Minggu, 04 April 2010

Demam Obama di Media Sosial

Indonesia terjangkit demam Obama. Gara-garanya, Presiden Amerika Serikat itu berencana melawat ke sini Sabtu pekan depan. Banyak kalangan seperti tersengat lebah dan bersiap-siap menyambutnya. Bukan hanya jajaran petinggi pemerintahan yang repot, orang biasa pun dibuat ikut sibuk.

Guru-guru dan murid SD Asisi di Menteng Dalam–tempat Presiden Amerika Serikat itu pernah bersekolah — misalnya, sudah sejak jauh hari membersihkan dan mengecat gedung sekolah. Mereka juga berlatih khusus untuk sebuah acara penyambutan. Daerah-daerah yang akan dikunjungi Obama, seperti Yogyakarta dan Bali, pun ikut beres-beres. Jalanan yang rusak diperbaiki. Semuanya dibikin rapi dan bersih agar sedap dipandang jika Obama nanti benar-benar jadi berkunjung.

Barack Obama memang bagaikan magnet. Semua gerak-gerik sang Presiden selalu menjadi berita dan menyedot perhatian orang. Itu sebabnya, media massa pun berlomba menurunkan liputan khusus menyambut lawatan pertama Obama ke Indonesia setelah dilantik jadi presiden. Media membuat tulisan feature tentang masa kecilnya di Jakarta, persiapan SD Asisi, wawancara dengan teman-teman dan tetangga di masa kecil dulu, dan seterusnya. Ada juga tulisan-tulisan ringan mengenai profil dan masa lalu Obama selama di Menteng.

Media dan jejaring sosial tak kalah seru menyambut kedatangan Obama. Di Facebook, misalnya, sejak Ahad lalu muncul pengumuman dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta tentang halaman khusus untuk menyambut kedatangan Obama. Halaman ini katanya akan menjadi sumber informasi pertama dan tepercaya tentang kunjungan Obama, bahkan sebelum media tradisional mengendusnya.
Yang menarik, di halaman khusus itu pengunjung diminta ikut memilih makanan yang perlu dicicipi Obama selama di Jakarta, apakah rendang, bakso, durian, atau nasi goreng. Pengunjung juga bisa mengusulkan warna batik yang sebaiknya dikenakan Obama nanti, apakah biru, cokelat, merah, atau kuning.

Kemunculan halaman khusus Obama itu menyedot perhatian beberapa narablog. Mereka lalu membuat ulasan khusus di blog masing-masing. Chika Nadya, contohnya, menulis di blog, begini, “Menurut saya, duren is a must buat Pakde Obama. Beliau harus mencoba nikmatnya bau dan rasa duren.�


Demam Obama juga mulai terlihat di Twitter. Para pengguna Twitter ‘berkicau’ tentang halaman khusus Obama itu dan menyiarkan usulannya. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, yang memakai nama identitas @usembassyjkt di Twitter, aktif mengabarkan informasi terbaru tentang bosnya. Beberapa pengguna Twitter pun sudah bertanya-tanya kapan persisnya Obama akan mendarat, ke mana saja dia akan berkunjung, apa agenda selama di Indonesia, dan sebagainya.

Inilah untuk pertama kalinya berita tentang lawatan seorang kepala negara asing marak di media sosial. Kebetulan yang datang memang tamu agung dari Amerika, negara asal sebagian besar layanan media sosial terkemuka. Di tengah gemuruh popularitas media sosial yang sedang lari kencang di Indonesia, kedatangan Obama pun seperti mendapat wahana yang pas.

Sungguh tepat strategi membuat halaman Obama di Facebook dan berbagi kabar di Twitter. Kedua media sosial ini memancing partisipasi dan interaksi publik. “Sharing� adalah kata kunci di media sosial. Twitter merupakan salah satu tempat yang cocok untuk berbagi apa saja, informasi, kabar, video, foto, dan sebagainya. Dengan berbagi, seseorang sekaligus mempromosikan dirinya sendiri. Publik mayantara akan mengenalnya sebagai figur yang suka berbagi tentang sesuatu, keahlian atau spesialisasi tertentu. Para pemasar menyebutnya aktivitas personal branding. Obama sudah melakukannya. Kapan giliran Kita?
Sumber:
"Forum_LingkarPena@yahoogroups.com" dari http://blog. tempointeraktif. com/blog/ demam-obama- di-media- sosial/

Rina Ummu Bintang | Buat Lencana Anda

0 komentar:

Design by Amanda @ Blogger Buster