Senin, 01 September 2008

Pro dan Kontra Balimau Kasai



Balimau Kasai yang sudah dilaksanakan di Kampar bertahun tahun menimbulkan pro dan kontra di mayarakat, karena dinilai sudah jauh menyimpang dari makna yang sebenarnya, Balimau kasai yang harusnya menjadi ajang pembersihan diri malah menjadi ajang hura hura bahkan mendekati maksiat dalam pelaksanaaannya, untuk itu Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kampar malah menganjurkan agar dihentikan saja.

Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Ketua MUI Kampar DR H Mawardi MS MA melalui sekretaris MUI Kampar H Johar Arifin Lc MA menyatakan tradisi Balimau Kasai di Kampar kalau mengikuti kepada konsep awal tidak ada masalah sama sekali dan tidak bertentangan dengan agama Islam, karena pada awalnya dulu Balimau Kasai benar benar satu tradisi masyarakat dalam menyambut ramadhan dalam bentuk saling mengunjungi antara keluarga yang satu dengan keluarga yang lain.

‘’Dulunya yang disebut dengan Balimau Kasai itu adalah tradisi saling memaafkan satu sama lainnya, mengunjungi keluarga, lalu kalaupun mandi mandinya sendiri sendiri dan tidak bercampur baur antara laki laki dan perempuan, sehingga tidak ada masalah sama sekali dengan agama dengan adanya tradisi balimau kasai ini, ‘’ujarnya.

Hanya saja sesuai dengan perkembangan waktu ternyata dalam pelaksanaannya banyak yang berubah, banyak masyarakat yang melaksanakan acara balimau kasai ini dengan mandi mandi bersama antara laki laki dan perempuan yang bukan muhrim pada satu tempat, selain itu acara Balimau Kasai juga selalu dilaksanakan dengan adanya hiburan organ tunggal atau band yang menghadirkan penyanyi dengan goyangan yang aduhai dan pakaian yang menampakkan aurat.

‘’Nah inilah yang akhirnya membuat kegiatan balimau kasai ini bertentangan dengan ajaran agama, kegiatan yang dilaksanakan pada penyambutan bulan ramadhan malah sudah dinodai dengan mandi bareng, goyang indehoi dan sebagainya, ujr Johar prihatin.

Kalau sudah ada kegiatan musik, mandi bersama dan goyangan itu apalagi acaranya dari Zuhur sampai magrib yang melupakan waktu sholat maka MUI kampar menyatakan kegiatan tersebut adalah kegiatan yang dilarang, karena lebih banyak mudharat daripada manfaatnya. Bahkan MUI kampar meminta agar kegiatan seperti itu dihentikan saja.

Dalam seruan MUI Kampar tertanggal 17 Syakban 1429 Hijriah atau bertepatan dengan 17 agustus 2008 MUI meminta agar masyarakat menghindari kegiatan kegiatan mandi bersama, memainkan musik yang bukan Islami untuk menyambut ramdhan. ‘’karena tidak tepat menyambut bulan suci dengan kegiatan kegiatan seperti itu, harusnya disambut dengan memperbanyak tobat, dan saling memaafkan satu sama lain dan meningkatkan silaturahmi, ‘’ujarnya.

Kalau seandainya ada jaminan untuk bisa melaksanakan kegiatan Balimau Kasai tanpa ada semua dampak dan kegiatan negative tersebut maka boleh saja dilaksanakan, sayangnya akan sangat sulit untuk mewujudkan itu karena masyarakat sepertinya sudah membudayakan mandi bersama dan acara acara hura hura lainnya.

‘’Saat ini kita minta masyarakat Kampar untuk bisa menilai dan memilah mana yang harus dilaksanakan, jangan sampai agama diabaikan hanya Karen kegiatan tradisi semata, ‘’harapnya.

Dalam hal pengamanan lalu lintas, Balimau kasai ini juga menimbulkan kecemasan sendiri karena setiap tahunnya Balimau Kasai selalu memakan korban, Kapolsek Kampar AKP Sumarno menyatakan setiap tahunnya kecelakaan lalu lintas di Kampar pada hari Balimau Kasai sangat tinggi, karena bukan hanya kegiatan di Batu belah saja namun hampir disemua wilayah masyarakat mengadakan acara ini, dan hari ini juga masyarakat selalu saling mengujungi, akibatnya arus menjadi sangat padat.

‘’Tiap tahun ada yang meninggal dan luka dala lakalantas pada hari balimau, ini juga dipicu oleh pengguna kendaraan yang sebagian besar anak muda dengan ngebut ngebutan dan tidak mengindahkan aturan lalu lintas‘’ujarnya.

Untuk itu ia meminta agar masyarakat terutama pengendara agar berhati hati dalam berkendaraan pada hari itu, dan untuk antisipasipoihaknya bersama dengan Polres Kampar menurunkan angota yang banyak untuk melaksanakan pengawasan di jalan raya.

Sikap yang pro tentunya datang dari pantia dan pemerintah, terutama masyarakat Adat yang tetap ingin tradisi ini dipertahankan, Ketua Pelaksanaan kegiatan Balimau Kasai H Damirus Sag menyatakan pada dasarnya Balimau Kasai adalah hari dimana masyarakat melakukan kegiatan penyucian, penyucian dalam segala bentuk, penyucian batin dengan cara mengunjugi sanak keluarga, meminta maaf dan saling mengikat kembali silaturahmi satu sama lainnya. Sedangkan penyucian fisik dilakukan dengan mandi dengan menggunakan limau tersebut.

‘Harusnya kegiatan ini tetap dilestarikan, karea sebenarnya mempunyai nilai dan makna yang sangat bagus, ‘’ujarnya, hanya saja kegiatan Balimau Kasai saat ini dilaksanakan dengan lebih kompleks, dengan penambahan kegiatan budaya dan perlombaan seperti sampan hias dan sebagainya.
Untuk tahun 2008 ini saja kegiatan Balimau Kasai yang dipusatkan di Desa Batu Belah kecamatan Kampar ini mempunyai banyak kegiatan sehingga dilaksanakan selama sepekan yang dikenal dengan Pekan limau Kasai kabupaten Kampar. Kegiatan yang menelan dana sebesar Rp 400 juta ini terdiri dari berbagai kegiatan seperti Pasar murah, pengobatan massal, donor darah, penyantunan anak yatim. festival dan lomba, seperti festival rebana , lomba pidato, lomba busana dan kesenian tradisional. Seta lomba utama yaitu lomba sampan hias yang akan mengikuti rute aliran sungai Kampar.

‘’Kegiatan ini kita laksanakan untuk menghilangkan image dari masyarakat yang sudah pro dan kontra terhadap kegiatan Balimau kasai ini.’’ujarnya. Damirus mengakui saat ini banyak masyarakat yang pro dan kontra terhadap kegiatan Balimau Kasai ini, apalagi dalam sepuluh tahun ke belakang banyak kegiatan Balimau Kasai yang sudah melanggar dan menyimpang dari ketentuan adat dan agama seperti mandi bersama, musik yang tidak Islami dan membuka aurat di depan orang banyak.

Pihak panitia menurutnya sudah menyiapkan antisipasi dengan cara melakukan pengawasan yang ketat, kalau nantinya dalam pelaksanaan dilihat ada tindakan masayarakat yang melanggar norma maka panitia akan mengeluarkan orang tersebut dari kegiatan yang ada. ‘’kita akan laksanakan itu dengan tegas, ‘’ujarnya. Panitia juga tidak akan mengundang musik organ atau Band tapi akan menggunakan musik gambus dan musik tradisional lainnya.

‘’Tolonglah jangan disalah artikan terus makna balimau kasai ini, karena sebenarnya sangat bagus, ‘’ujarnya Apalagi saat ini Balimau kasai sudah menjadi kalender wisata Riau yang tentunya akan menambah daya tarik daerah kampar dimata masyarakat dari daerah lain.

0 komentar:

Design by Amanda @ Blogger Buster