Sabtu, 06 September 2008

Agrowisata, Bukan Sekedar Kebun Biasa

Kunjungan lain dari rombongan wartawan Kampar di Jawa Timur adalah perkebunan Apel Kusuma Agrowisata di kota Malang , Kota Malang selama ini memang dikenal sebagai pusatnya tanaman apel dan sudah terkenal dimana mana. Memasuki perkebunan apel seluas 10 hektar ini ternyata tidak hanya ada apel semata namun juga dilengkapi dengan hotel dan penginapan semacam bungalow sehingga memudahkan bagi pengunjung keluarga dan berasal dari luar kota bisa beristirahat dengan panorama alam yang indah.



Memasuki kawasan ini kami disambut seorang pemandu, kawasan ini terasa sangat asri dan sejuk, sebelum melangkah lebih jauh kami disuguhi segelas jus buah strawberry yang menyegarkan, sepanjang perkebunan ini dilengkapi dengan jalan jalan yang berkelok kelok mengikuti setiap blok tanaman yang ada, dan diantara tanaman tanaman juga tampak aneka satwa terutama unggas, kami melihat buruk merak yang cantik, burung cendrawasih dan ayam.


Tanaman pertama yang kami lihat adalah tanaman buah strawberry, tanaman rambat ini tampak cantik dengan buahnya yang memerah menyembul diantara daun daunya yang hijau segar, aku jadi ingat iklan satu produk susu yang sering ditampilkan di televisI, barangkali syutingnya ditempat ini fikirku sendiri. Selanjutnya barulah tampak ratusan bang apel, awalnya kami sempat kaget karena tanaman apel ini gundul semua, hanya ada batang dengaN ranting ranting tanpa daun.


Ternyata memang begitu, karena tanaman apel disini ditanam tidak pada waktu yang bersamaan sehingga panennya juga tidak bersamaan, dan yang gundul itu adalah salah satu proses yang harus dijalani. ‘’Ini namanya dirompress untuk mempercepat pertumbuhan setelah panen, nanti juga berdaun lagi, ujarnya.



Apel yang ditanam dikebun ini terdiri dari tiga jenis apel Rome Beauty, apel Ana dan apel Manalagi, Ciri-ciri apel Rome Beauty berwarna merah sedikit kuning hijau, buahnya bulat, rasanya asam manis dan daging buah agak keras. Apel Ana buahnya lonjong berwarna merah hijau kuning, rasanya asam dengan daging buah renyah. Apel Manalagi berwarna hijau kekuningan, buahnya bulat, berasa manis, dagingnya keras namun garing, kami mendapatkan kesempatan memetik apel manalagi, dengan catatan hanya dua buah saja selebihnya boleh juga namun harus membayar.


Selain Apel di kawasan ini juga ditanam tanaman jeruk seluas 2,8 hektar, . Ada jeruk Valensia yang berasal dari Spanyol dengan rasa asam manis, jeruk Jova/Israel yang rasanya manis. Pemetikan buah jeruk dilakukan hanya satu kali dam setahun antara bulan Juni-Juli. dan kami juga melihat tanaman buah naga. Sayangnya tanaman ini belum ada yang berbuah sehingga tidak bisa menyaksikan buah keberuntungan tersebut.


Kebun ini juga mempunyai kawasan untuk aneka jenis bunga bungan local dan tanaman kopi, konon kita bisa menikmati pemandangan di kebun kopi dengan menggunakan kuda, sayangnya karena rombongan sudah letih usai menikmati pagi di Gunung Bromo maka kami lebih memilih untuk berkeliling kebun apel saja.


Selain tanaman yang mempesona, kawasan ini juga memberikan daya tarik yang lain, penginapan juga dilengkapi dengan fasilitas untuk meeting, outbond dan arena bermain anak anak, sehingga memberikan pendapatan sendiri bagi perusahaan dan bagi daerah Malang .


Sekilas saya teringat Kampar, Andaikan Kampar bisa mempunyai pemikiran seperti ini, kampar mempunyai potensi yang sama walaupun dalam versi yang berbeda, kampar mempunyai jeruk andalan sejak dahulunya, punya durian yang saat ini masih primadona di Riau dan aneka tanaman lainnya. Hanya saja Kampar membutuhkan manejemen yang bagus dan SDM yang handal dan yang terpenting adalah kampar harus punya niat yang baik untuk mengembangkan potensi yang ada tersebut ***

0 komentar:

Design by Amanda @ Blogger Buster